RANNY RAMADHANI YUNENI : DARI ILMU KELAUTAN FPIK UNDIP MENUJU KEPEMIMPINAN KONSERVASI HIU DAN PARI INTERNASIONAL, MENCETUSKAN INSPIRASI WOMEN IN CONSERVATION

Ranny Ramadhani Yuneni, adalah seorang alumni FPIK Universitas Diponegoro yang telah mendedikasikan hidupnya untuk konservasi spesies laut, khususnya hiu dan pari. Lulus dari program Sarjana Ilmu Kelautan FPIK UNDIP pada tahun 2013, Ranny melanjutkan studinya dengan meraih gelar Magister Sains Ilmu Lingkungan Pesisir dari Universitas Udayana (UNUD) pada tahun 2022. Dengan fondasi ilmiah yang kuat dari UNDIP dan keahlian mendalam yang diasah di lapangan, Ranny telah menjadi figur penting dalam upaya konservasi hiu dan pari, memegang peran kunci sebagai National Coordinator for Marine ETP Species serta menjadi anggota terhormat dari IUCN SSC Shark Specialist Group (SSG). Dedikasinya yang luar biasa terhadap pelestarian spesies laut terancam membuatnya diakui sebagai salah satu “Women in Conservation” oleh Dive Magazine, sebuah penghargaan bergengsi yang membanggakan almamaternya.

Perjalanan akademis Ranny Ramadhani Yuneni dimulai di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro, di mana beliau mengukir prestasi sebagai Sarjana Ilmu Kelautan (S.Pi.) pada tahun 2013. Pendidikan di FPIK UNDIP membekalinya dengan pemahaman mendalam mengenai ekosistem laut, biologi spesies, dan tantangan pengelolaan sumber daya perikanan. Ketertarikannya pada konservasi spesies laut, terutama hiu dan pari, mendorongnya untuk memperdalam pengetahuannya. Beliau kemudian meraih gelar Master’s degree di bidang Ilmu Lingkungan Pesisir dari Universitas Udayana (UNUD) (2019-2022), semakin mempertajam keahliannya dalam aspek ilmiah dan pengelolaan lingkungan pesisir yang berkelanjutan.

Karier Ranny Ramadhani Yuneni secara konsisten terfokus pada konservasi spesies laut yang rentan, terutama hiu dan pari. Sejak awal perjalanannya di WWF Indonesia, beliau telah memegang peran kunci: dimulai sebagai Volunteer di The Nature Conservancy (2012), Intern Research Assistant di BPPT (2012), Intern Student Ambassador di MantaWatch Ltd (2013), sebelum kemudian secara kontinu berkontribusi di WWF Indonesia. Di WWF, beliau menjabat sebagai Shark and Rays By-Catch Officer (2014-2020), yang memberinya pemahaman mendalam mengenai praktik penangkapan ikan dan dampaknya terhadap spesies terancam. Pengalamannya ini memungkinkannya naik ke posisi Shark and Ray Conservation Specialist (2020-2022). Dedikasinya kini semakin luas dengan menjabat sebagai National Coordinator for Marine ETP Species, mengkoordinasikan upaya konservasi spesies yang terancam punah di tingkat nasional. Pengakuan internasional datang melalui keanggotaannya di IUCN SSC Shark Specialist Group (SSG) sejak 2016, yang menegaskan statusnya sebagai ahli global di bidang ini.

Prestasi Ranny Ramadhani Yuneni menyoroti kontribusinya yang signifikan di bidang konservasi laut. Pengakuannya sebagai “Women in Conservation” versi Dive Magazine dari Pemerintah Indonesia adalah bukti nyata dedikasinya yang luar biasa dalam upaya pelestarian ikan hiu dan pari. Penelitiannya, termasuk “Estimasi pertumbuhan, mortalitas dan eksploitasi hiu kejen (Carcharhinus falciformis) dengan basis pendaratan di Banyuwangi, Jawa Timur”, memberikan kontribusi ilmiah penting untuk manajemen perikanan yang berkelanjutan. Perjalanan Ranny dari alumni FPIK UNDIP menjadi pemimpin konservasi internasional adalah inspirasi besar, menunjukkan bagaimana passion dan keahlian dapat membawa perubahan positif yang signifikan bagi kelestarian lautan kita.